.

.

Ada' Silondongan, Sembangan Suke Baratu, Paramisi Tungka Sanganna

http://torajanculture.blogspot.com
Kedua Ayam Jago siap melaksanakan tugas dari tuannya (foto by : SANCAI )






Permainan Sabung Ayam tidak hanya ada di Toraja, tetapi juga ada di daerah lain di Indonesia.
Dalam aturan Aluk Todolo, sabung ayam (perkelahian dua ekor ayam)  disebut Silondongan atau Ada' Silondongan, Silondongan adalah suatu Acara Peradilan untuk menyelesaikan / memutuskan suatu persengketaan antara dua pihak yang bersengketa/berperkara.

Pada acara Ada' Silondongan masyarakat yang hadir hanya datang untuk sekedar menonton saja, berbeda dengan acara Sembangan Suke Baratu / acara Paramisi dimana orang-orang yang hadir selain datang untuk menonton, ada juga yang datang dengan tujuan untuk berjudi. (sumber foto : fotosulawesi.blogspot.com )
Video : Paramisi, Sabung Ayam Di Toraja 1 ( theopils channel )
https://www.youtube.com/watch?v=MhkqYFIp3TA

Contohnya. Jika ada 2 orang yang sedang bersengketa dan mereka ingin mencari suatu keadilan. Maka mereka boleh memilih satu diantara tujuh bentuk Peradilan Adat Aluk Todolo. 

Jika yang mereka pilih adalah Ada' Silondongan maka mereka masing-masing harus menyiapkan seekor ayam jantan untuk diadu. Dengan dipakaikan taji, kedua ayam tersebut diadu dan ayam mana yang menang maka pemilik ayam tersebutlah yang dinyatakan memenangkan perkara.

Dalam perkembangannya keadaan ini terus berlangsung hingga mencapai zaman To Pada Tindo.
Pada zaman itu Ada' Silondongan tidak hanya diadakan pada saat akan mengadili dan memutuskan suatu perkara. Akan tetapi para anggota laskar To Pada Tindo mengadakan acara permainan adu ayam ini  untuk semakin mempererat tali silaturahmi di antara mereka.

Karena begitu besarnya penghargaan masyarakat terhadap pengorbanan dan jasa-jasa para anggota laskar To Pada Tindo, maka oleh Penguasa-Penguasa yang ada di Toraja mereka ( para anggota laskar To Pada Tindo ) dikukuhkan menjadi seorang Ksatria ( Pa' Barani ) dan diberi gelar bangsawan tertinggi Tana' Bulaan.

Selanjutnya, apabila ada diantara mereka yang meninggal maka mereka diupacarakan dengan Upacara Pemakaman Rapasan Sundun atau  Upacara Sapu Randanan, yaitu upacara pemakaman untuk kasta tertinggi Tana' Bulaan. Dan untuk lebih mengenang Keberanian mereka sebagai seorang Pa' Barani, maka diadakanlah permainan Adu Ayam.

Pada saat melaksanakan Permainan Adu Ayam ini, disediakan sepotong bambu yang difungsikan untuk menampung / mengumpulkan uang sumbangan dari para pelayat. Uang ini diperuntukkan untuk membantu pembiayaan upacara pemakaman. Dari sinilah muncul istilah Sembangan Suke Baratu.

Karena sudah menjadi bagian dari aturan Aluk Todolo maka acara Sembangan Suke Baratu ini selalu diadakan bila ada Upacara Kematian (Upacara Rambu Solo')

Namun dimulai pada jaman Kolonial Belanda  hingga saat ini untuk mengadakan acara Sembangan Suke Baratu harus memperoleh Ijin terlebih dulu dari pemerintah.
Dari kata Ijin atau  Permisi  maka muncullah kata Paramisi. yang dipakai menggantikan kata Sembangan Suke Baratu untuk menyebut acara sabung ayam.

Demikianlah tulisan ADA' SILONDONGAN. SEMBANGAN SUKE BARATU, PARAMISI tungka sanganna. Semoga bermanfaat.

Sumber Bacaan:

- TORAJA DAN KEBUDAYAANYA  oleh  L T Tangdilintin

- Kada Silambi' dari Orang Tua
  Penjelasan tentang Kada Silambi'.
  Orang Toraja Jaman dulu tidak mengenal Bahasa Tulis. Mereka hanya mengenal bahasa Lisan dan     bahasa Simbol (Ukir-ukiran). Jadi untuk menyampaikan informasi dan ilmu pengetahuan kepada         generasi berikuttnya yang hingga saat ini masih berlanjut, dilakukan dengan cara lisan (bercerita).       Inilah yang disebut Kada Silambi,


Video tentang Sabung Ayam
   -Toraja Fighting (video by Ikden Rusdianto)
    https://www.youtube.com/watch?v=z53xZgbU69M


0 Response to "Ada' Silondongan, Sembangan Suke Baratu, Paramisi Tungka Sanganna"